Menghitung Kebutuhan Keramik

Sebelum Anda memulai Pekerjaan Pemasangan Keramik, penting untuk memastikan jumlah keramik yang dibutuhkan. Jangan sampai karena salah perhitungan Anda membeli terlalu banyak keramik atau sebaliknya kebutuhan kurang. Jika terlalu banyak masalahnya mungkin hanya pada biaya yang berlebih tapi jika kurang akibatnya bisa fatal. Mungkin saja keramik yang Anda butuhkan sudah tidak diproduksi di pasaran. Aneh kan jika keramik yang terpasang di rumah Anda memiliki corak yang berbeda. 

Sebenarnya untuk menghitung kebutuhan tidaklah rumit - yang dibutuhkan adalah pengukuran yang teliti serta matematika sederhana. Cara "gampangnya" biasanya untuk  pemasangan biasa secara lurus, dilebihkan 1-2% dari kebutuhan. Sedangkan untuk pemasangan diagonal, dilebihkan 4%. satu dus keramik biasanya untuk menutupi 1 m2 lantai. Misalnya untuk ruangan berukuran 5 X5 m2 atau 25 m2 membutuhkan 25 dus keramik.
Bila Anda ingin menghitung lebih detil sebenarnya ada cara lain yang bisa Anda lakukan yaitu menggunakan kalkulator penghitung keramik online seperti www.calculator.com atau www.besttile.com.

Berikut ini langkah-langkah untuk menentukan jumlah kebutuhan keramik :

  • Ukur panjang dan lebar, atau tinggi dan lebar, dari lantai atau dinding Anda.Usahakan pengukuran sedetail mungkin. Misalnya Anda menjumpai hasil 123 cm, ya sudah biarkan apa adanya,
  • Menghitung luas setiap persegi panjang Anda diukur dengan mengalikan panjang dan lebar pengukuran. Tambahkan bidang semua persegi panjang untuk menentukan total area keramik yang Anda butuhkan,
  • Hitung luasan per lembar keramik yang Anda gunakan. Misalnya Anda menggunakan keramik ukuran 15x60 cm hitung luasannya,
  • Bagi luasan total dengan luasan keramik,
  • Konversi hasil hitungan ke "1 dos keramik". Sebagai informasi di pasaran 1 dos keramik luasannya belum tentu 1 meter persegi,
  • Sertakan kelebihan dalam perhitungan Anda misanya tambahkan 5 persen, tetapi jika Anda berencana untuk melakukannya sendiri.
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook

1 komentar :