Ground Breaking Megaproyek Jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung

Presiden Joko Widodo, meletakkan batu pertama dimulainya proyek kereta dengan kecepatan sekitar 250-300 kilometer (km)/jam di Perkebunan Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Jika tak ada halangan pembangunan jalur kereta cepat sepanjang 140,2 kilometer bakal rampung tahun 2018, dan beroperasi pada 2019.

Dirut PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Hanggoro Budi Wiryawan, mengatakan, pada tahap awal beroperasi pada awal 2019, pihaknya akan  memesan 11 set rangkaian gerbong kereta listrik. Tiap set rangkaian terdiri atas delapan kereta.

Dalam satu rangkaian itu bisa mengangkut 583 penumpang. Kapasitas jumbo itu untuk menghadapi situasi puncak. ”Dalam situasi puncak, bisa digabungkan menjadi dua set sehingga total yang dapat diangkut lebih dari 1.000 penumpang,” katanya.

Pihaknya menargetkan, dalam satu hari kereta cepat itu dioperasikan selama 18 jam dengan jumlah perjalanan hingga 50 trip. Enam jam sisanya digunakan untuk perawatan.

Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China Hanggoro Budi Wiryawan dalam laporannya mengatakan, proyek yang ditargetkan selesai pada 2018 itu mayoritas akan menggunakan tenaga kerja Indonesia. Tenaga kerja asal Tiongkok hanya terbatas pada tenaga ahli, dan menurut dia, saat pengoperasian kereta cepat akan ada 28.000 tenaga kerja yang terserap.

Kerjasama Indonesia Tiongkok

Proyek Kereta Cepat ini merupakan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok. Kereta cepat Jakarta-Bandung senilai Rp70 triliun dibiayai 75 persen dari pinjaman infrastruktur Tiongkok dan 25 persen pembiayaan dalam negeri RI.

Kereta Cepat Jakarta Bandung bakal dilengkapi dengan teknologi canggih. Kereta ini kereta ini juga dilengkapi dengan fasilitas keamanan yang ekstra, salah satunya kemampuan merespon gempa besar dengan menghentikan laju secara otomatis.

Karena melaju dengan kecepatan tinggi tentu saja jalur kereta ini juga berbeda dengan kereta yang ada saat ini. Dari total bentang trek proyek kereta yang mencapai 142 km, sekitar 70 km berupa trek melayang, yaitu kereta melesat mengambang di atas rel magnetik.

Sumber Image : Suara Merdeka
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook

1 komentar :

  1. Semoga lekas terwujud tanpa halangan.
    http://www.arkostudioarsitek.com/

    BalasHapus