Mengenal Asal Usul Semen

Tahukah anda material yang akan redaksi bahas ini? Bentuknya butiran halus, kebanyakan warnanya abu-abu. Hampir bisa dipastikan, sebagian besar dari pembaca sudah mengenal material ini. Tak hanya sekedar tahu tapi juga sudah pernah melihat wujudnya. Apalagi hampir di semua toko bangunan mulai dari kota hingga pelosok bisa kita temukan. Betul sekali, jawabannya adalah semen.

Semen merupakan material yang memegang peranan penting dalam kemajuan teknologi konstruksi. Material ini biasa digunakan sebegai bahan beton, atau mortar . Semen merupakan material perekat untuk kerikil , pasir, batubata,dan material sejenis lainnya. Material semen sudah banyak digunakan sejak zaman Yunani, Romawi, dan Mesir kuno. Ada banyak peninggalan sejarah yang hingga saat ini masih bisa kita saksikan, sebagai bukti bahwa material semen telah digunakan sejak zaman dulu.

Semen merupakan material yang memegang peranan penting dalam kemajuan teknologi konstruksi. 

Candi Prambanan Masa Kini
Sebelum ada semen yang dijual bebas seperti saat ini, ribuan tahun lalu nenek moyang kita sudah mampu merekatkan batu-batu raksasa hanya mengandalkan bahan perekat berupa gypsum, batu kapur; gamping, dan abu vulkanik atau pozzolan. Hasil karya mereka adalah berbagai peninggalan seperti Candi Borobudur; Candi Prambanan di lndonesia, dan tembok besar di Cina (GreatWall).

Candi Borobudur Tempo Dulu

Awalnya semen purba merupakan hasil percampuran batu kapur dan abu vulkanis. Kedua bahan ini akan aktif setelah lewat proses pembakaran. Ada yang menyebut ramuan tersebut pertama kali ditemukan di zaman Kerajaan Romawi, tepatnya di Pozzuoli, dekat teluk Napoli, ltalia. Campuran bahan perekat itu lantas dinamai pozzuolana. Sedangkan semen sendiri berasal dari bahasa latin, yaitu caementum, yang artinya "memotong menjadi bagian-bagian kecil yang tidak beraturan". Pozzuolana sempat populer di zamannya (1100 - 1500 M), namun keruntuhan Kerajaan Romaw membuat pozzuolana sempat menghilang dari peredaran.

Proses Penambangan Bahan Baku Semen
Pada abad 18 seorang Insinyur Sipil asal Inggris, John Smeaton, menemukan lagi ramuan kuno yang luar biasa ini. la membuat adonan memanfaatkan campuran batu kapur dan tanah liat ketika membangun menara suar Eddystone di lepas pantai Cornwall, lnggris. Walaupun ternyata , bukan Smeaton yang akhirnya mematenkan cikal bakal semen ini. Pemilik paten justru adalah Joseph Aspdin, seorang insinyur berkebangsaan lnggris yang pertama kali mengurus hak paten ramuan semen ini pada tahun 1824. Hasil temuannya dinamakan semen portland. Dinamai "semen portland" karena warna hasil olahannya mirip dengan tanah liat yang sering dijumpai di Pulau Portland, lnggris.

Hasil rekayasa Aspdin inilah yang sekarang bisa kita temukan di toko-toko bangunan. Meskipun sebenarnya, ramuan Aspdin tidak jauh beda dengan Smeaton. Dia tetap mengandalkan dua bahan utama, yaitu batu kapur sebagai sumber kalsium karbonat dan tanah lempung yang banyak mengandung silika, alumunium oksida (alumina), serta oksida besi. Kemudian, tahun 1845 lsaac Johnson melakukan penelitian lanjutan mengenai semen dan hasilnya sangat berperan dalam pengembangan industri semen modern.

Sumber : dari berbagai sumber





Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook

1 komentar :