Melihat Lebih Dekat Jembatan Merah Putih Icon Baru Kota Ambon

Jembatan Merah Putih
Kota Ambon kini punya icon baru, Jembatan Merah Putih, jembatan terpanjang di Indonesia Bagian Timur. Jembatan yang dibangun sejak 17 Juli 2011 menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp779,2 miliar.

Jembatan Merah Putih berlokasi tepat di Teluk Dalam Pulau Ambon. Jembatan ini menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka), Kecamatan Sirimau pada sisi utara dan Desa Hative Kecil/Galala, Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan.

Jembatan Merah Putih memiliki panjang bentang 1.140 meter yang terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu Jembatan Pendekat di sisi Desa Poka sepanjang 520 meter, Jembatan Pendekat di sisi Desa Galala sepanjang 320 meter, dan jembatan utama sepanjang 300 meter yang merupakan tipe jembatan khusus. Jembatan Merah Putih menggunakan sistem beruji kabel atau cable stayed, dengan jarak antar pilon sepanjang 150 meter.

Sempat Mengalami Kendala

Dimulai sejak tahun 2011, selama proses pembangunan jembatan, sempat terhenti karena beberapa kendala, salah satunya akibat gempa. Seperti yang terjadi di akhir tahun lalu saat saat rencana penyambungan jembatan yang mengakibatkan terjadinya pergeseran 9 cm. Namun Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memastikan bahwa saat ini kondisinya baik. "Waktu gempa geser cuman 9 cm, toleransi pergeseran kan sampai 30 cm," kata Menteri Basuki.

Untuk memastikan benar-benar aman untuk dilewati, Jembatan Merah Putih juga telah menjalani uji statik dan dinamik pada Maret 2016. Pengujian ini untuk mendapatkan gambaran lebih jelas lagi mengenai kondisi aktual jembatan. Saat pengujian jembatan ini dibebani dengan 44 truk stand by yang masing-masing beratnya 8 ton atau total 352 ton.

Uji coba dengan 44 truk ini adalah yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Semua truk ini dimasukkan satu persatu ke tengah jembatan untuk menguji coba kemampuan kelenturan dari jembatan tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelenturan jembatan sudah sesuai dengan yang direncanakan. Sehingga dapat dikatakan bahwa hasilnya baik dan tidak ada masalah.

Mempersingkat Jarak Tempuh

Jembatan Merah Putih hadir untuk menunjang pengembangan fungsi kawasan Teluk Ambon sesuai dengan Tata Ruang Kota Ambon. Tata Ruang Kota Ambon dimaksud, menempatkan Desa Rumah Tiga (Poka) sebagai kawasan pendidikan dan Durian Patah-Telaga Kodok sebagai kawasan Permukiman, serta menunjang sistem jaringan jalan yang telah ada khususnya pada Jazirah Leihitu.


Jembatan Merah Putih diharapkan dapat mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari Kota Ambon menuju Bandara Pattimura dan sebaliknya, sehingga biaya operasional kendaraan dapat berkurang.

Sebelum ada Jembatan Merah Putih, jarak Bandara Internasional Pattimura ke Kota Ambon yang berkisar 35 kilometer harus ditempuh selama 60 menit dengan memutari Teluk Ambon. Alternatif lain adalah dengan menggunakan kapal penyeberangan (ferry) antara Desa Rumah Tiga (Poka) dan Galala dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, belum termasuk waktu antri.

Sumber Image : Detik.com



Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook

2 komentar :

  1. Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Explore Indonesia

    BalasHapus