Inilah Rencana Lokasi Bandara Tulungagung

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah memberikan sinyal positif rencana pembangunan bandar udara Tulungagung dan langsung menerjunkan tim survey untuk meninjau lokasi bakal calon Bandara Tulungagung. Ada empat usulan tempat yang sudah diajukan Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang akan digunakan sebagai lokasi bandara penerbangan komersil ke Kementerian Perhubungan RI.

Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo mengatakan pihaknya sudah mengajukan proposal usulan calon lahan. “Namun, mana yang nantinya dipilih masih menunggu hasil kajian tim survei Kemenhub," katanya.

Syahri Mulyo menambahkan, empat calon lokasi bandara dimaksud masing-masing berada di wilayah Kecamatan Rejotangan yang ada di Tulungagung bagian timur, Campurdarat di selatan Kota Tulungagung, Tanggunggunung di barat daya, atau di Pakel yang ada tenggara kota setempat. "Salah satu lokasi yang diusulkan itu merupakan lahan milik Perhutani. Kami akan segera koordinasikan jika akhirnya itu nanti yang dipilih," katanya.

Diantara empat lokasi tersebut yang paling akhir diajukan adalah Kecamatan Rejotangan. Alternatif ini dipilih tim teknis dan perencanaan Pemkab Tulungagung, sebagai alternatif pembangunan bandara dengan alasan menghindari area berbukit. Run way pesawat di Indonesia, khususnya Jawa, selalu mengarah barat dan timur, sementara di sisi timur dan barat wilayah Kecamatan Campurdarat atau Kecamatan Pakel , terhalang deretan bukit dan gunung. Meskipun demikian, keputusan pemilihan lokasi bandara sepenuhnya berada di tangan Tim Perencanaan dan Teknis Kementrian Perhubungan.

Selain Tulungagung, beberapa daerah lain, seperti Trenggalek, Ponorogo dan Pacitan, kemungkinan besar tidak akan menjadi pertimbangan oleh Kementerian Perhubungan, karena faktor geografisnya yang berbukit, tidak memungkinkan untuk dibangun bandara. Sementara wilayah Blitar dan Kediri, juga akan dikesampingkan karena keberadaan Gunung Kelud yang masih aktif.

Sementara itu, menurut Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak lokasi bandara diperkirakan dipilih di wilayah Tulungagug bagian selatan yang aksesnya tidak jauh dari jalur lintas selatan. "Informasi dari Kemenhub di Tulungagung selatan dengan asumsi kelak saat JLS jadi akses menuju bandara mudah dijangkau oleh delapan daerah sekitar yang kemarin menandatangani petisi bersama ke Menko Polhukam saat itu, atau yang sekarang Menteri Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan," kata Emil.

Alokasi Dana Pembebasan Lahan



Bandara Tulungagung rencananya akan selesai dibangun dalam jangka waktu dua tahun dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp700 miliar dari APBN. Menurut Syahri, diperkirakan kebutuhan luasan lahan untuk bandara membutuhkan luasan antara 200-300 hektare. Mengingat persebaran penduduk yang hampir merata hingga kawasan pelosok desa, Syahri mengatakan pembangunan bandara diprediksi sebagian berdampak pembebasan lahan penduduk. "Soal ganti rugi ini semoga tidak dibebankan ke daerah, karena itu akan memakan waktu lama dan penganggaran yang tidak memadai," ujarnya.
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook

5 komentar :

  1. tulungagung bisa tmbh maju ni
    http://www.alvia-danis.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa memacu pertumbuhan ekonomi di pesisir Selatan Jawa Timur.

      Hapus
  2. kalo lahannya dibeli kasihan yang sudah punya rumah. jd jatoh miskin. krn kompensasi yg td sesuai dan td seberapa dan harus memulai hidup baru dengan berpindah membangun desa yang baru. belajar dr pengalaman pembebasan lahan yang sudah2 karena dijadikan bandara sy td setuju. kasihan. krn pemerintah indonesia blm bs mendampingi rakyatnya yang terkena dampak pembebasan lahan akibat pembangunan bandara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja semua direncanakan dengan matang secara teknis dan memperhitungkan berbagai aspek lain.

      Hapus
  3. Salam kenal dari dealerdatsunkediri.com

    Semoga yang punya blog ini bisa beli mobil Datsun di Dealer Datsun Tulungagung. Amin

    BalasHapus