Pemerintah Bakal Lanjutkan Pembangunan Proyek Hambalang

Proyek Hambalang
Cukup lama terbengkalai, akhirnya pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap mendukung kelanjutan proses pengerjaan proyek Pusat Pendidikan dan Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kunjungan ke P3SON juga telah menginstruksikan bahwa sebagai langkah awal untuk fokus kepada 8 bangunan. Kedelapan bangunan tersebut diantaranya adalah asrama putera dan puteri, asrama yunior putra dan puteri, gedung SMA, gedung SMP, gedung olahraga serbaguna, gedung powerhouse, masjid dan pembangunan akses jalan.

Sebelumnya Tim Audit Teknis telah mengajukan usulan untuk mengembangkan 14 bangunan dari total 22 bangunan yang ada di komplek tersebut. "Hasil audit Tim Audit Teknis Kementerian PUPR, kondisi kontur tanah sedikit rawan, namun masih bisa diatasi dengan mengurangi beban bangunan," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Arie Setiadi Moerwanto yang juga sebagai salah satu anggota Tim Audit Teknis.

Arie menjelaskan tanah dan bangunan yang berdiri di kawasan Hambalang tersebut cukup baik, karena sejak terbengkalai pada 2011 masih berdiri tegak dan tidak ada pergeseran yang signifikan. "Kemudian kondisi beton, strukturnya rata-rata di atas persyaratan yang diminta," kata Arie.

Sebagai informasi, saat pertama kali dibangun P3SON masih menggunakan peraturan gempa lama. Padahal, seperti kita ketahui sekarang ini Kementerian PUPR akan mengeluarkan peta gempa yang baru sehingga perlu ada penyesuaian.

Menurut Arie, hasil temuan tim audit teknis ada beberapa kelemahan terkait potensi longsoran. Karena itulah, tim menyarankan meminimalkan beban dengan mengurangi beberapa bangunan satu tingkat. Lebih jelasnya, struktur lama pada prinsipnya dipertahankan tapi dipotong satu lantai kemudian dijadikan atap, jadi lebih ringan. Ini juga terkait respon bangunan ketika terjadi gempa. Tak hanya itu saja, saluran air pun akan diperbaiki dengan mengubah pola atap yang semula datar menjadi pola atap miring guna pengaliran air yang baik.

Arie melanjutkan kondisi tanah di kawasan tersebut merupakan tipe lapisan kedap, sehingga tidak terdapat air tanah. Karena itulah, pihaknya akan membuat reservoar di bawah lapangan dengan memanfaatkan danau yang berada di dekat lokasi bangunan.

Proyek Hambalang ditargetkan selesai pada 2018 dengan target pengkajian lebih detail selesai pada akhir 2016. Sehingga pada awal 2017 diharapkan pelaksanaan proyek sudah dapat dimulai. Dari hasil penelitian awal, untuk melanjutkan proyek tersebut diperkirakan membutuhkan biaya Rp240 miliar untuk sistem drainase dan perkuatan bangunan.


Beberapa Opsi Pemanfaatan

Proyek Hambalang rencananya akan difungsikan sebagai tempat pendidikan keolahragaan dengan dua opsi peruntukan yang saat ini masih dalam penelaahan. Pertama yakni menjadikan Hambalang sebagai perguruan tinggu ilmu keolahragaan, institut ilmu keolahragaan, atau fakultas ilmu keolahragaan di bawah Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Arie mengatakan, Indonesia membutuhkan guru-guru olahraga yang memiliki kompetensi tinggi untuk bisa menemukan bibit-bibit atlet unggul di daerah. “Sesuai arahan Wapres, jadi P3SON ini nantinya akan digunakan sebagai Universitas terkait olahraga, dengan fasilitas yang lengkap, diarahkan yang tadinya ini bangunan gedung milik Menpora akan diserahterimakan ke Kemenristek dan Dikti, nanti yang akan melaksanakannya UNJ,” ujarnyanya.

Alternatif kedua, P3SON akan digunakan sebagai lokasi pemusatan kepelatihan atlet-atlet Indonesia jelang perhelatan multicabang olah raga. Sebagai informasi, saat ini terdapat empat asrama dimana setiap asrama bisa menampung 320 orang.
Tulis Komentar
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

Tidak ada komentar :