Inilah Cara Melepas Wallpaper Lama

Di Artikel sebelumnya (baca : Mengecat di dinding bekas wallpaper), Konstruksiana pernah mengulas bagaimana cara melapisi wallpaper lama dengan cat tanpa melepasnya. Lalu bagaimana jika Anda tetap bersikeras melepas lapisan wallpaper.

Kertas dinding wujudnya berupa gulungan kertas, untuk melepasnya paling mudah bisa dimulai dari menarik perlahan bagian sambungan. Anda bisa menarik pelan-pelan, dengan memegang kedua sisinya. Bila Anda berhati-hati kertas akan mudah terlepas, lapisan atas akan terkelupas walaupun masih meninggalkan residu tipis kertas dan bekas lem. Pekerjaan selanjutnya Anda dapat menghapus sisa perekat dan lem menggunakan spons basah atau bahan khusus pengelupas wallpaper.

Namun jika kertas susah dikelupas bagaimana cara menghilangkanya? Bilamana kertas melekat dengan kuat dan susah dikelupas, Anda bisa melanjutkan seperti yang ditunjukkan pada langkah-langkah berikut.

Mengamplas permukaan wallpaper

Jika wallpaper Anda memiliki lapisan vinil atau foil, kikis permukaan sehingga air dapat menembus dan membantu memecah perekat. Kerik permukaan dengan amplas kasar. Atau, Anda dapat memberi uap wallpaper dari dinding, tetapi jika dinding sudah tua, rusak, atau plester sangat berpori, uap justru bisa merusak.

Melonggarkan perekat usang

Setelah membuat lubang kecil pada wallpaper, oleskan cairan khusus. Seiring dengan waktu cairan akan meresap dan melonggarkan wallpaper.

Mengikis wallpaper

Jika semua cara di atas tak berhasil masih ada cara terakhir. Anda dapat menghapus semua kertas dan perekat menggunakan pisau dengan permukaan luas atau pisau dempul lebar. Setelah Anda menyingkirkan kertas dan perekat, langkah berikutnya adalah memperbaiki kerusakan dinding dan bersihkan dengan air. Ketika sudah kering, din ding siap dilapisi dengan cat dasar.
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook

1 komentar :

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Arsitektur. Arsitektur merupakan suatu aspek yang sangat perlu diperhatikan dalam berbagai hal. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai arsitek yang dapat dilihat di www.ejournal.gunadarma.ac.id

    BalasHapus