Beragam Cara Bersihkan Kamar Mandi

Kamar mandi menjadi salah satu kawasan yang dihuni kuman serta bermacam bakteri penyebab penyakit. Untuk itulah, perlu dilakukan pembersihan kamar mandi secara berkala setiap minggunya untuk menjaga kondisi kamar mandi agar bersih dan bebas kuman. Bagian kamar mandi yang harus mendapat perhatian adalah kloset, dinding, serta lantai kamar mandi. Nah, pada dinding kamar mandi umumnya terbuat dari bahan keramik yang bisa saja muncul kerak, atau noda membandel lainnya.

Menghilangkan noda atau kotoran yang menempel pada dinding kamar mandi juga bukan hal yang mudah. Terkadang kita harus berkali-kali menyikat, menggosok, atau menuangkan cairan kimia untuk membuatnya bersih seperti semula. Berikut ini adalah trik dari bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk dinding kamar mandi anda agar lebih mudah dibersihkan. Simak yuk!

1. Air Mendidih

Untuk dinding kamar mandi yang tidak terlalu kotor, anda bisa sekadar menggunakan air yang mendidih saja. Lemak adalah salah satu sumber terbentuknya noda membandel ada dinding keramik kamar mandi. Untuk membersihkannya, anda hanya perlu menyiramkan air mendidih pada bagian dinding kamar mandi yang telah terlebih dulu digosok dengan bagian dalam jeruk lemon. Cara ini efektif untuk menghilangkan kuman serta kotoran ringan pada dinding kamar mandi anda.

2. Cuka Putih

Sediakan cuka putih secukupnya dan siram pada bagian dinding kamar mandi yang kering. Kemudian gosok dengan menggunakan sikat setelah alam berselang. Pembersihan tersebut bisa dilakukan saat pagi hari, setelah kamar mandi disiram menggunakan cuka pada malam sebelumnya. Cuka mengandung antibakteri serta ampuh untuk menghilangkan noda kerak membandel.

3. Backing Soda

Backing soda bisa dipakai untuk bahan pembasmi kerak yang cukup efektif. Sediakan backing soda secukupnya, jumlah bergantung pada besar atau kecilnya bagian dinding kamar mandi anda. Kemudian siapkan air panas terlebih dulu. Taburkan backing soda pada dinding kamar mandi setengah basah, kemudian percikan air panas sedikit demi sedikit pada dinding tersebut. Biarkan selama satu jam untuk kemudian disikat menggunakan kawat kasar, bilas dengan air hingga bersih.

4. Abu Gosok

Abu gosok mungkin merupakan cara lama yang diaplikasikan saat cairan pembersih belum banyak dijual. Cara ini ternyata juga efektif untuk menghilangkan noda tebal dinding kamar mandi. Anda bisa menggosokan abu gosok tersebut langsung pada dinding kamar mandi setengah basah, gosok dengan menggunakan kain yang kasar kemudian bilas seperti biasa.

5. Garam Kasar

Garam kasar non Iodium bisa dibeli di pasar tradisional. Garam ini ternyata sangat bermanfaat untuk menghilangkan kerak atau noda tebal di dinding kamar mandi lho! Caranya, anda cukup menyediakan sekitar 2 kg garam kasar, cuka putih, serta kawat aluminium. Siramkan terlebih dulu cuka putih sambil menunggu sekitar 30 menit berselang, kemudian gosok dinding menggunakan garam kasar dan kawat. Kemudian bilas hingga bersih.

6. Soda Api

Berhati-hati menggunakan bahan yang satu ini ya! Soda api khusus digunakan sebagai penghancur kerak, atau kotoran yang membandel. Noda tebal yang bandel di kamar mandi biasanya hilang dengan teknik soda api ini. Caranya cukup dengan menyiram terlebih dulu dinding berkerak menggunakan air panas, kemudian lanjutkan dengan menaburkan soda api yang telah dihancurkan. Tunggu selama 60 menit, kemudian sikat dinding tersebut. Ingatlah untuk menghindari kontak dengan soda api ini, gunakan sarung tangan, masker, kacamata, serta sandal data membersihkan menggunakan soda api.

7. Cairan Pembersih

Cairan pembersih digunakan untuk kamar mandi yang emmang tidak terlalu kotor. intinya, meskipun anda melakukan trik diatas, penambahan cairan pembersih kimia juga tetap harus dilakukan. Hal ini sebagai upaya terakhir untuk membersihkan sekaligus menghilangkan kuman yang ada di dinding kamar mandi anda.



Demikian artikel informatif untuk anda yang ingin mengetahui cara membersihkan dinding kamar mandi. Semoga bisa bermanfaat!
Tulis Komentar
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

Tidak ada komentar :