Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sarat dengan Sendi-sendi Filosofi, Inilah 4 Karya Arsitek Romo Mangunwijaya Terbaik


Bernama asli Yusuf Bilyarta. Romo Mangunwijaya atau yang biasa disebut Romo Mangun adalah seorang arsitek asal Jawa Tengah. Beliau lahir di Ambarawa pada tahun 1929. Selain seorang arsitek, beliau juga rohaniawan kristiani, praktisi, pendidik sekaligus Budayawan. Inilah alasan mengapa berbagai karya beliau adalah bangunan spiritual.

Tidak semua karyanya hanya bangunan gereja. Ada beberapa rumah pribadi. Salah satunya adalah rumah seorang pejabat terkenal di tanah air. 

Karya Arsitek Romo Mangunwijaya yang Terbaik

Dalam membuat desain sebuah bangunan, Romo Mangun selalu memberikan ciri khas pada desain arsitekturnya, yaitu arsitektur dengan kearifan lokal Nusantara, bernilai keindahan pada tiap zamannya, serta arsitektur dengan berpihak pada yang lemah. Penasaran apa saja karya beliau? Berikut informasi selengkapnya.

  1. Gereja St. Maria Assumpta, Klaten

Kearifan lokal Indonesia sangat nampak pada gereja St. Maria Assumpta Klaten ini. Berbeda dengan bangunan gereja pada umumnya. Romo Mangun membangun gereja ini dengan bentuk yang lebar. Memberikan filosofi bahwa gereja adalah bangunan yang paling tepat untuk menjalin keterbukaan dan keakraban meski dengan bentuk yang sederhana.

Gereja St. Maria Assumpta Klaten ini bukanlah bangunan baru. Awalnya sudah ada bangunan gereja yang lama. Namun bangunan ini dibongkar untuk dijadikan bangunan pada gereja Jombor. 

  1. Gereja St. Maria Fatima, Sragen

Selain St. Maria Assumpta Klaten, Romo Mangun juga mendesain bangunan gereja St. Maria Fatima Sragen. Masih dengan desain yang membaur dengan kearifan lokal, Romo Mangun mendesain dengan atap joglo dan Soko kayu yang menopang bangunannya.

Tidak ada tembok masif yang terdapat pada bangunan gereja ini. Romo Mangun mencoba untuk membaurkan bangunan dalam gereja dengan area luar gereja yang menyatu dengan alam.

Untuk menambah kesan natural dan berkarakter, Romo Mangun juga menggunakan material batu alam yang sengaja disatukan dengan mimbar. Dengan konsep arsitektur demikian, diharapkan gereja adalah bangunan kokoh yang melindungi serta memberi tempat berteduh yang nyaman dan tentram bagi jemaatnya.

  1. SD Kanisius, Kalitirto, Berbah, Jogjakarta

Sebagai seorang pendidik, Romo Mangun juga memberikan kemampuan arsitekturnya untuk mendesain sekolah dengan karakteristik rohani. Salah satunya adalah desain pada bangunan SD Kanisius, Kalitirto, Berbah, Jogjakarta.

SD Kanisius ini merupakan sekolah yang kurikulum pendidikannya dirancang semi home schooling. Agar nyaman untuk dijadikan rumah kedua bagi siswa, Romo Mangun mendesain SD ini seperti layaknya bangunan rumah.

Berbentuk memanjang dengan bilik bambu dan kayu serta beratap seng. Dengan desain seperti ini diharapkan sekolah bukan lagi tempat yang membosankan. Baik bagi siswa maupun guru. Sekolah akan menjadi tempat yang nyaman karena menyatu dengan lingkungan.

  1. Rumah Arief Budiman, Salatiga

Jika pernah melihat rumah kediaman Arief Budiman, ketua KPU, di Salatiga, itu adalah salah satu hasil karya Romo Mangun. Kearifan lokal nampak pada fasad rumah. Berbentuk limas curam untuk menghalau tampias saat curah hujan sangat lebat.

Bentuk rumah panggung yang lantainya jauh dari tanah dimaksudkan untuk menghindari kelembaban udara yang berlebih. Dinding yang terbuat dari bambu yang kuat dan kokoh namun tidak masif mampu memberikan kesejukan tanpa harus menggunakan pendingin ruangan.

Di sekitar rumah nampak banyak tanaman hijau. Tanaman ini seperti dimaksimalkan fungsinya untuk memberi suplai oksigen yang maksimal ke dalam rumah. 

Tidak hanya 4 desain bangunan di atas saja. Romo Mangun juga membuat beberapa desain bangunan lain dengan kearifan lokal Nusantara. Selain menyatu dengan alam, adat dan tradisi setempat juga menjadi ciri khas karya-karyanya.

Sumber Image : cafestudio8.blogspot(dot)com


Posting Komentar untuk "Sarat dengan Sendi-sendi Filosofi, Inilah 4 Karya Arsitek Romo Mangunwijaya Terbaik"