Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Cara Menampilkan Konten Proyek pada Portofolio Arsitektur

Yang dinamakan dengan portofolio arsitek adalah sesuatu yang bisa menjelaskan siapa arsitek itu dan apa saja karya yang telah dihasilkan. Dengan membuat portofolio, klien atau perusahaan bisa mempertimbangkan. Apakah karya tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan atau tidak.

Berikut ini 2 cara membuat portofolio agar terlihat profesional.

  1. Membuat Profil

Dalam membuat profil jangan terlalu panjang. Tapi singkat, padat, dan jelas. Tulis resume tentang siapa anda. Apa latar pendidikan. Pengalaman di bidang arsitektur. Hasil karya yang pernah dibuat.

Jangan lupa menyertakan berbagai keahlian yang berkaitan dengan arsitektur. Seperti kemampuan membuat visualisasi arsitektur, Mengoperasikan software CAD, software desain seperti Corel draw, Photoshop dan membuat sketsa. Paparkan ini dengan sebaik mungkin agar perusahaan atau calon klien merasa tertarik.

  1. Membuat Konten Proyek

Dalam membuat konten proyek, sebaiknya perhatikan beberapa hal. Salah satunya adalah jumlah proyek yang telah diselesaikan. Meski pernah menyelesaikan banyak proyek, sebaiknya pilih 10 proyek saja.

Pilih 10 proyek terbaik yang pernah dibuat. Lebih baik menulis sedikit proyek tapi proyek yang besar dan berkualitas. Daripada proyek banyak tapi kecil-kecil.

Tulis narasi singkat tentang masing-masing proyek. Jangan terlalu panjang. Cukup jelaskan apa permasalahan yang dihadapi dan solusi pada tiap masing-masing proyek.

Atur letak masing-masing foto proyek sebaik mungkin. Jangan terlalu banyak menggunakan warna. Anda bisa memilih menyajikan gambar proyek dengan PDF atau berbasis website. Website akan lebih memudahkan untuk dibaca. Sedangkan PDF bisa menunjukkan bagaimana kualitas desain yang anda kuasai.

Masukkan gambar bangun sebaik mungkin. Kalau memang diperlukan, tidak ada salahnya menggunakan jasa fotografer profesional. Gambar bangun menunjukkan bahwa anda memang menyelesaikan proyek itu hingga selesai.

Lalu bagaimana jika masih fresh graduate dan belum memiliki portofolio proyek yang pernah dibuat? Gunakan saja tugas akhir. Itu sudah cukup memberi bukti pada klien bahwa anda memang berkompeten.

Bagaimana? Membuat portofolio arsitektur tidak sesulit yang dibayangkan, bukan? Jangan lupa untuk update secara berkala portofolio itu. Anda bisa menambahkan beberapa proyek yang baru saja diselesaikan.

Posting Komentar untuk "5 Cara Menampilkan Konten Proyek pada Portofolio Arsitektur"