Tips Mengecat Di Permukaan Dinding Bekas Wallpaper

Dinding ruangan Anda dipenuhi dengan wallpaper yang sudah usang ? Anda berencana mengganti suasana dengan cat dinding ? Biasanya yang dilakukan kebanyakan orang adalah menguliti lapisan wallpaper dengan berbagai sebelum mengecatnya. Tapi tunggu dulu, Anda tak perlu harus menghapus kertas dinding lama Anda untuk mengecat kembali dengan warna yang berbeda.

Melepaskan wallpaper utamanya jika itu sudah menempel selama bertahun-tahun justru dapat menyebabkan kerusakan pada dinding Anda. Jika kertas dinding Anda dalam kondisi baik dan tidak memiliki tanda-tanda mengelupas, tidak ada alasan untuk membuang waktu dan bersusah-susah menghilangkannya sebelum melapisi dengan cat.
Melepaskan wallpaper utamanya jika itu sudah menempel selama bertahun-tahun justru dapat menyebabkan kerusakan pada dinding Anda.

Lalu bagaimana cara mengecat dinding bekas tempelan wallpaper? Tenang, biarkan wallpaper Anda tetap menempel dan ikuti langkah berikut ini dan tak perlu menunda untuk mengecat.

Persiapan sebelum Pengecatan

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, penting melakukan beberapa persiapan sebelum mengecat. Ikuti langkah sederhana ini untuk mendapatkan hasil terbaik:


Mulailah dengan mengganti setiap bagian yang rusak dan menambah perekat pada bagian yang lepas guna meminimalkan kemungkinan kertas terkelupas.

Tambahkan perkuatan dengan plamir di garis atas pinggir dan bawah. Upaya ini bakal menutup tepi dan mencegah kertas mengelupas setelah dicat.

Permukaan kertas dinding biasanya sangat bertekstur. Agar tak terlalu nampak setelah dicat Anda bisa mengamplasnya dengan hati-hati.

Oleskan cat dasar berbasis minyak ke seluruh permukaan dinding sebelum mengecat. Hal ini membantu merekatkan kembali perekat dan menjaga dari pengaruh kelembaban.

Wallpaper sekarang siap untuk dicat. Karena kelembaban cat lateks kadang-kadang dapat melonggarkan lem wallpaper lem, menyebabkan gelembung atau peeling, Anda harus menggunakan cat berbahan dasar minyak.
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook

1 komentar :