Jelang Akhir Tahun Sektor Properti Masih Lesu

Konstruksiana- Meski rupiah telah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan namun belum memberi dampak positif pada bisnis properti. Bahkan bisa dikatakan hingga saat ini penjualan properti masih masih lesu. ’’Penguatan rupiah belum mampu mendongkrak penjualan properti. Hal itu terlihat pada hasil penjualan pada REI Expo Ke-8 pada 8-19 Oktober 2015,’’ kata Wakil Ketua REI Jawa Tengah Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi, Dibya K Hidayat.

Dibya memaparkan, berdasarkan hasil transaksi selama pameran, hanya 47 unit properti baik rumah maupun apartemen yang terjual. Jumlah tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan pameran sebelumnya yang menjual 80 unit.

’’Itu menjadi bukti bahwa kondisi ekonomi yang sedang berlangsung tidak memberikan dampak bagus terhadap sektor properti,’’tegas Dibya. Pergerakan roda perekonomian nasional, menurut dia, merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada pasar domestik, terutama sektor properti.

Jadi, roda perekonomian harus bergerak dulu, kalau faktor itu tidak bergerak, semua terkendala. Saat ini yang menjadi kendala pergerakan adalah keterlambatan pengucuran APBN yang berpengaruh pada APBD.

’’Hal berakibat pada penurunan daya beli masyarakat, termasuk untuk membeli hunian. Kebanyakan pembeli di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang adalah end user atau pengguna langsung, jadi bukan untuk investasi,’’katanya.

REI mengharapkan kondisi ekonomi segera stabil dan roda perekonomian juga berjalan stabil, sehingga berpengaruh positif terhadap sektor usaha secara keseluruhan, terutama properti.

Sumber : Suara Merdeka
Tulis Komentar
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

Tidak ada komentar :