Para Pakar Prediksi Gempa Lebih Besar Bakal Landa Jepang Di Masa Mendatang

Prediksi Gempa di jepang
Konstruksiana - Sejumlah pakar gempa memperingatkan Jepang untuk mewaspadai kemungkinan gempa yang lebih besar selanjutnya, setelah gempa berkekuatan 7,8 SR terjadi di lepas pantai negara itu, mencederai belasan orang. Sabtu malam gedung-gedung di Tokyo bergetar selama satu menit, menurut US Geological Survey penyebabnya adalah gempa nun jauh di daerah terpencil Samudra Pasifik berjarak 874 km selatan ibukota.

Meskipun kekuatan gempa cukup besar, menurut USGS dan Pusat Peringatan tsunami Pasific tak ada resiko tsunami karena pusat gempa berada 676 km di bawah permukaan bumi. Menurut info resmi dari pemadam kebakaran Tokyo di sejumlah media lokal akibat gempa Sabtu malam dua belas orang terluka, termasuk pria 56 tahun yang mengalami patah tulang rusuk dan tidak ada korban tewas.

Saat kejadian kepanikan sempat melanda sejumlah tempat penting di Tokyo. Empat ratus orang terjebak di dek observasi Menara Tokyo karena lift berhenti beroperasi selama lebih dari satu jam. Landasan pacu di bandara Haneda di ibukota ditutup selama sekitar 30 menit, kereta api sementara juga dihentikan, begitu pula pertandingan sepak bola.

Pasca kejadian hari Sabtu, sebuah gempa 6,2 SR kembali melanda pada hari Minggu pagi. Namun ini berasal dari lokasi yang berbeda, Kepulauan Izu selatan Tokyo. Peristiwa ini menurut info USGS tak menimbulkan kerusakan dan korban luka.

Kazuki Koketsu, profesor dengan Pusat Penelitian Gempa di University of Tokyo, mengatakan gempa terbaru mungkin tak bisa jadi pertanda potensi guncangan besar di ibukota, yang pernah hancur oleh gempa bumi besar di tahun 1923. " Tapi itu penting untuk menganggapnya sebagai suatu kesempatan untuk mempersiapkan gempa di masa depan, " kata Koketsu kepada salah satu stasiun Tv Lokal.

Peristiwa gempa terakhir yang pernah menimpa negeri Sakura adalah empat tahun lalu, tepatnya Maret 2011, mungkin Anda masih ingat, sebuah gempa besar bawah laut mengirimkan tsunami ke pantai utara-timur Jepang menewaskan ribuan orang. Tak hanya korban jiwa saja tapi banyak bangunan publik rusak dan turut mengguncang tiga reaktor PLTN Fukushima. Ini adalah bencana nuklir, yang terburuk di dunia sejak Chernobyl.

Pasca peristiwa tersebut para ahli di Jepang telah memperingatkan kemungkinan datangnya gempa kuat menyerang Tokyo dalam empat tahun ke depan. Bahkan kemungkinannya mencapai 70 %. Gempa yang diprediksi bakal lebih mengkhatirkan menimpa kota yang dihuni sekira 13 juta orang ini.

Lembaga riset gempa di Universitas Tokyo mengatakan bahwa dalam kasus terburuk, gempa berkekuatan 7 akan menghantam bagian selatan Tokyo metropolitan pada tahun 2016, sedangkan kemungkinan bencana serupa terjadi dalam 30 tahun setinggi 98%. Peringatan itu datang kurang dari setahun setelah gempa disertai tsunami tsunami yang menewaskan sekitar 23.000 orang tewas.

Shinichi Sakai, seorang profesor di lembaga penelitian gempa, mengatakan bahwa kemungkinan gempa berkekuatan 7 memukul Tokyo telah meningkat sejak 11 Maret. "Pemerintah, individu dan perusahaan harus membuat persiapan mulai dari sekarang," katanya.

Sejumlah pakar memperingatkan gempa terakhir dan letusan gunung berapi mungkin tanda-tanda bahwa daerah dekat negara sedang memasuki fase aktif perubahan kerak bumi. "Saya dapat mengatakan Jepang dalam tahap aktif sekarang," ujar Toshiyasu Nagao, kepala Prediksi Gempa Research Centre di Universitas Tokai.

Jepang memang terletak di tempat pertemuan empat lempeng tektonik. Berdasarkan data gempa yang pernah terjadi sekitar 20% dari gempa bumi di dunia yang paling kuat setiap tahun terjadi di sini. Untungnya peraturan mengenai bangunan di negara ini begitu ketat sehingga meskipun terjadi gempa yang kuat kerusakan yang diakibatkan bisa diminalkan.

Sumber : The Guardian
Tulis Komentar
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

Tidak ada komentar :